BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

Right Button

test bannerSELAMAT DATANG DI WEBSITE "HARIANJA NEWS"

Bank Indonesia Perwakilan Sumbar dan DPW KJI Sumbar Perkuat Sinergi Informasi Ekonomi untuk Publik

PADANG — Di tengah dinamika ekonomi global yang terus bergerak fluktuatif, Dewan Pimpinan Wilayah Komunitas Jurnalis Indonesia (DPW KJI) Sumatera Barat melakukan audiensi bersama Bank Indonesia (BI) Cabang Sumbar untuk membahas kondisi pelemahan rupiah, stabilitas inflasi daerah, hingga pentingnya edukasi ekonomi kepada masyarakat, Rabu (07/05/2026).

Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat BI Cabang Sumbar itu berjalan hangat dan penuh suasana kekeluargaan. Jajaran pengurus DPW KJI Sumbar tampak berdiskusi langsung dengan pihak Bank Indonesia mengenai perkembangan ekonomi nasional yang belakangan menjadi perhatian publik, terutama terkait nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Ketua DPW KJI Sumbar, Peter Prayuda, menegaskan bahwa media memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga suasana tetap kondusif di tengah derasnya informasi ekonomi yang beredar di masyarakat. Menurutnya, penyampaian informasi terkait kondisi rupiah dan ekonomi nasional harus dilakukan secara bijak dan berimbang agar tidak memicu kepanikan publik.

“Pers harus hadir menjadi penyejuk di tengah masyarakat. Informasi ekonomi tidak boleh disampaikan dengan cara yang menimbulkan keresahan. Masyarakat perlu mendapatkan pemahaman yang utuh berdasarkan data dan penjelasan resmi,” ujar Peter Prayuda dalam audiensi tersebut.

Ia juga menilai bahwa insan pers memiliki peran strategis sebagai jembatan informasi antara pemerintah, lembaga negara, dan masyarakat. Karena itu, media diminta tetap mengedepankan profesionalisme serta menghindari penyebaran isu yang belum terverifikasi.

Dalam kesempatan itu, pihak BI Cabang Sumbar menjelaskan bahwa tekanan terhadap nilai tukar rupiah dipengaruhi sejumlah faktor global, mulai dari penguatan dolar Amerika Serikat, ketidakpastian ekonomi dunia, hingga tensi geopolitik internasional yang memengaruhi pasar keuangan global.

Menurut pihak BI, kondisi tersebut tidak hanya dialami Indonesia, tetapi juga dirasakan sejumlah negara berkembang lainnya yang menghadapi tekanan ekonomi akibat dinamika global yang belum stabil.

“Kami mengajak masyarakat tetap tenang dan optimis. Stabilitas ekonomi nasional masih terjaga dengan baik dan Bank Indonesia terus melakukan langkah-langkah strategis untuk menjaga kestabilan rupiah serta pengendalian inflasi,” ungkap pihak BI Cabang Sumbar.

Diskusi berlangsung aktif ketika berbagai persoalan ekonomi daerah turut dibahas, mulai dari harga kebutuhan pokok, daya beli masyarakat, hingga dampak fluktuasi rupiah terhadap pelaku usaha dan sektor perdagangan di Sumatera Barat.

Peter Prayuda mengapresiasi keterbukaan informasi yang disampaikan Bank Indonesia kepada insan pers. Menurutnya, komunikasi yang terbuka sangat penting untuk membangun kepercayaan publik terhadap kondisi ekonomi nasional maupun daerah.

Ia menilai masyarakat saat ini membutuhkan informasi yang jelas, edukatif, dan tidak provokatif agar suasana sosial tetap kondusif di tengah cepatnya arus informasi digital.

Selain itu, pertemuan tersebut juga menyoroti pentingnya peningkatan literasi ekonomi di tengah masyarakat. BI Cabang Sumbar menegaskan bahwa fluktuasi nilai tukar rupiah merupakan bagian dari dinamika ekonomi global yang dapat berubah sewaktu-waktu dan perlu dipahami secara utuh oleh masyarakat.

Pihak BI juga memastikan bahwa kondisi inflasi di Sumatera Barat hingga saat ini masih relatif terkendali sehingga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat tetap dapat dijaga.

Melalui audiensi tersebut, DPW KJI Sumbar dan BI Cabang Sumbar sepakat memperkuat sinergi dalam menghadirkan informasi ekonomi yang objektif, edukatif, dan menenangkan bagi masyarakat.

“Kami ingin masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan tidak termakan isu-isu liar. Pers harus menjadi jembatan informasi yang sehat antara pemerintah, lembaga negara, dan masyarakat,” tegas Peter Prayuda.

Audiensi itu sekaligus menjadi momentum mempererat hubungan antara komunitas jurnalis dan Bank Indonesia dalam membangun komunikasi yang lebih terbuka, profesional, serta bermanfaat bagi masyarakat luas.

Di akhir pertemuan, suasana keakraban terlihat ketika peserta saling bertukar pandangan mengenai tantangan ekonomi ke depan serta pentingnya menjaga optimisme publik di tengah dinamika ekonomi global yang terus berkembang.

Sinergi antara pers dan lembaga negara diharapkan mampu menjadi kekuatan penting dalam menjaga stabilitas informasi publik sekaligus meningkatkan literasi ekonomi masyarakat di Sumatera Barat.

**EYS

Posting Komentar

0 Komentar