JAKARTA – Nama Gatot Tri Suryanta resmi tercatat dalam deretan penerima tanda kehormatan negara setelah Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menganugerahkan Satyalancana Wira Karya dalam seremoni kenegaraan di ibu kota, Kamis (13/2/2026). Momen tersebut bukan sekadar seremoni protokoler, melainkan penegasan atas kiprah panjang dan kontribusi nyata Kapolda Sumatera Barat dalam pengabdian kepada bangsa.
Dalam dokumentasi resmi yang beredar, Kapolda Sumbar tampil mengenakan seragam upacara lengkap. Satyalancana Wira Karya tersemat di dada kirinya, berdampingan dengan piagam tanda kehormatan berbingkai emas—simbol legitimasi negara atas dedikasi yang dinilai melampaui tugas rutin seorang perwira tinggi kepolisian.
Satyalancana Wira Karya sendiri merupakan tanda kehormatan yang diberikan kepada individu yang memiliki jasa besar dan karya nyata berdampak langsung bagi pembangunan nasional. Proses penetapannya tidak instan. Rekam jejak, integritas, serta kontribusi konkret menjadi parameter utama sebelum penghargaan itu akhirnya diputuskan.
Di bawah kepemimpinan Gatot Tri Suryanta, Polda Sumbar memang menunjukkan dinamika yang berbeda. Sejumlah program strategis digulirkan, mulai dari penguatan ketahanan pangan berbasis kolaborasi lintas sektor, optimalisasi pelayanan publik berbasis digital, hingga pendekatan humanis dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Transformasi itu membuat institusi kepolisian di Ranah Minang dinilai semakin responsif terhadap kebutuhan zaman.
Apresiasi nasional yang diraih Kapolda Sumbar tersebut turut memantik kebanggaan internal jajaran kepolisian daerah. Banyak pihak menilai, capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh personel, dari tingkat Polda hingga Polsek. Kepemimpinan yang mendorong soliditas dan inovasi disebut menjadi fondasi kuat lahirnya program-program yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.
Meski demikian, tanda kehormatan negara juga membawa tanggung jawab moral yang besar. Ekspektasi publik terhadap transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme Polri kian meningkat. Penghargaan ini diharapkan menjadi pemacu untuk menjaga konsistensi kinerja serta memperkuat reformasi internal secara berkelanjutan.
Sejumlah pengamat kebijakan publik di Sumatera Barat menilai, momentum ini semestinya dimanfaatkan untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam pengawasan pelayanan publik. Kepercayaan adalah modal utama yang harus dirawat melalui kerja nyata, bukan sekadar simbol penghormatan.
Bagi masyarakat Sumatera Barat, penganugerahan Satyalancana Wira Karya kepada Kapolda mereka menjadi kebanggaan tersendiri. Dari Jakarta, penghormatan negara itu kini kembali ke Ranah Minang sebagai energi baru untuk menghadirkan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman yang semakin profesional dan dekat dengan rakyat.
Momentum 13 Februari 2026 menjadi penanda penting dalam perjalanan karier Irjen Pol Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta sekaligus babak baru bagi Polda Sumbar. Sebuah medali mungkin hanya berbentuk logam, namun maknanya adalah komitmen panjang menjaga amanah negara dan harapan masyarakat.
EYS

0 Komentar