Timika — Derap langkah puluhan prajurit memecah pagi di lingkungan Makodim 1710/Mimika, Jumat (30/1/2026). Keringat yang mengucur sepanjang lintasan 8 kilometer bukan sekadar bagian dari rutinitas, tetapi gambaran nyata keseriusan satuan ini dalam menjaga kesiapan fisik personelnya di tengah tuntutan tugas teritorial yang tidak ringan.
Latihan lari jarak menengah tersebut menjadi menu wajib pembinaan jasmani prajurit. Seluruh personel mengikuti kegiatan dengan disiplin tinggi, menempuh rute yang telah ditentukan dengan ritme terukur. Sebelum start, pemanasan dilakukan secara menyeluruh untuk meminimalkan risiko cedera, menandakan bahwa latihan digelar bukan sekadar formalitas, melainkan terencana dan terukur.
Fokus utama kegiatan ini bukan hanya pada kemampuan berlari, melainkan membangun daya tahan, kekuatan mental, serta konsistensi prajurit dalam menjaga kondisi tubuh. Bagi satuan teritorial seperti Kodim 1710/Mimika, fisik yang prima menjadi modal dasar dalam menjalankan berbagai tugas pembinaan wilayah, pendampingan masyarakat, hingga dukungan pada kegiatan kemanusiaan.
Pasiops Kodim 1710/Mimika, Kapten Inf Akhmad Zaini, menegaskan bahwa latihan fisik teratur adalah bagian dari komitmen satuan membentuk prajurit yang siap setiap saat. Menurutnya, tantangan tugas di wilayah menuntut personel yang tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki stamina kuat dan daya tahan tinggi.
Ia menyebut, kebugaran jasmani berbanding lurus dengan kualitas pelaksanaan tugas di lapangan. Prajurit yang sehat dan bugar akan lebih sigap, fokus, serta mampu bekerja optimal dalam berbagai kondisi medan dan cuaca.
Melalui pembinaan fisik berkelanjutan, Kodim 1710/Mimika terus menanamkan budaya hidup sehat, disiplin, dan semangat juang kepada seluruh prajurit. Latihan seperti ini menjadi pondasi pembentukan karakter tentara yang tangguh, profesional, dan selalu siap hadir di tengah masyarakat saat dibutuhkan.
EYS

0 Komentar